|
Perhitungan
Penurunan Tekanan
Sebelum
masuk pada tahap perhitungan, harus ditentukan dahulu asumsi-asumsi
yang relevan sehingga dapat mempermudah perhitungan dan didapat
hasil dengan error yang dapat ditoleransi.
Asumsi
awal pada knalpot ini antara lain adalah:
· saluran
knalpot tersebut cukup lurus dalam artian tidak ada belokan yang
sangat tajam sehingga minor losses akibat belokan saluran sama
dengan nol,
· kekasaran
permukaan seragam,
· suhu
sepanjang saluran seragam dengan anggapan knalpot diisolasi hingga
tidak ada panas yang masuk maupun keluar,
· inner
comp pada knalpot dianggap tidak ada.
Selain itu catatan
penting lainnya adalah apabila saluran keluar lebih tinggi daripada
saluran masuk, berarti Δz memiliki nilai positif dan juga sebaliknya.

Gambar 1 Skema
knalpot, (a) dengan leher angsa, (b) anggapan lurus
Dari
gambar skema diatas dapat dilihat bahwa diameter saluran tidak
konstan. Bagian leher, yang bisa dianggap lurus, memiliki diameter
seragam, selanjutnya diameter knalpot berubah secara linier. Hal ini
berarti penurunan tekanan akan berbeda di setiap perubahan diameter.
Sedangkan untuk perbedaan tinggi saluran masuk dengan saluran keluar
hanya terjadi pada bagian leher saja, selanjutnya adalah nol.
Secara umum,
tekanan keluar knalpot adalah selisih dari tekanan pada saat gas
buang keluar dari katup keluar mesin dikurang dengan besarnya
penurunan tekanan.
………………………………………(1)

Gambar 2 Siklus
Otto
Bila dilihat dari
gambar siklus otto diatas maka tekanan gas buang keluar dari katup
adalah pada posisi 4 yang dapat ditentukan dari besarnya tekanan
maksimum pada titik mati atas mesin diposisi 3. Sehingga untuk
mendapatkan tekanan pada saat gas buang keluar dari katup keluar
mesin adalah
……………………………………….(2)
dimana PMax
adalah tekanan maksimum pada saat pengompresian, rc
adalah rasio kompresi dan k adalah rasio panas spesifik.
Untuk analisa
standar digunakan properti udara untuk mendapatkan parameter gas
buang. Untuk mendapatkan parameter tersebut dibutuhkan temperatur
gas buang yaitu
……………………………………..(3)
dimana Tmax
adalah temperatur maksimum pada saat pengompresian.
Dari
daftar pustaka [3], maka didapat parameter gas buang berupa densitas
(ρ) dan viskositas kinematik (υ).
Aliran
massa dari gas buang sama dengan udara ditambah gas buang:
…………………………...(4)
dimana ρAtmosfer
adalah densitas udara pada kondisi atmosfer di luar mesin, sehingga
didapat kecepatan aliran rata-rata:
…………………………………………………...(5)
dimana A adalah
luas saluran, dan juga didapat Reynold Number:
………………………………………………….(6)
Aliran
pada saluran knalpot dapat digambarkan dengan menggunakan persamaan
Bernoulli:
…………………………………(7)
dimana z adalah ketinggian saluran
keluar terhadap saluran masuk.
Persamaan Bernoulli
menyatakan bahwa total head dalam arah horizontal (dalam hal ini
arah x) adalah konstan, yang artinya velocity head dapat diganti
dengan gravity head atau pressure head yang berarti juga konstan.
Dalam aliran ini tidak ada energi yang hilang.
Untuk fluida viscous,
energi mekaniknya berubah menjadi panas (di dalam lapisan batas
viscous sepanjang dinding saluran) dan hilang dari aliran. Sehingga
tidak dapat digunakan prinsip Bernoulli dari konservasi energi untuk
menghitung parameter aliran. Jadi, harus digunakan perhitungan
tambahan (yang disebut viscous head) ke dalam persamaan
Bernoulli, sehingga didapat
...........................................(8)
dimana d adalah diameter saluran.
Sehingga persamaan diatas
dapat diintegralkan menjadi:
............................................(9)
dimana Δz adalah ketinggian saluran
keluar terhadap saluran masuk, dan L adalah panjang saluran.
Sedangkan f adalah faktor gesekan, yang tergantung dari Reynold
Number (Re) dari aliran saluran dan kekasaran relative
e/D dari dinding saluran,
............................................................(10)
nilai e didapat dari kekasaran
permukaan saluran yang nilainya tergantung dari material saluran
|
No. |
Material Saluran |
Nilai Kekasaran Permukaan,e (mm) |
|
1 |
Drawn tubing |
0,0015 |
|
2 |
Commercial Steel or rough iron |
0,046 |
|
3 |
Asphalted cast iron |
0,12 |
|
4 |
Galvanized iron |
0,15 |
|
5 |
Cast iron |
0,26 |
|
6 |
Riverted steel |
0,9 - 9 |
Tabel 1 Nilai kekasaran permukaan
menurut materialnya
Untuk aliran
laminar (Re<2000), f didapat melalui rumus:
………………………………………………..…(11)
Untuk aliran turbulen (Re>3000),
f didapat dari rumus:
...........................................(12)
atau dari grafik Moody

Gambar 3 Grafik Moody
|